Recent Tweets @pthyalin
Posts I Like

Dari judulnya saja mungkin sudah WOW banget, tapi tenang saja saat ini saya tidak akan mengajarkan atau menyebarkan paham ateisme. Justru disini saya hanya akan sedikit pandangan saya tentang para ateis.

Bagi yang mengenal saya sudah lama pasti sudah mengetahui bahwa dari dulu saya merupakan orang yang kritis, ya awalnya mungkin hanya kritis kepada segala isu yang ada disekitar saya, mulai dari kenapa bisa ada pelangi? kok bisa ada warnanya?, kok bisa kapal yang terbuat dari logam mengambang di laut? kok bisa pesawat yang berat terbang?. pertanyaan pertanyaan seperti itu sudah mulai terpikirkan oleh saya semenjak saya duduk di SD, dan jujur saja waktu itu saya belum menemukan jawaban yang memuaskan.

Lajut ke masa SMP, mulai beberapa pertanyaan ilmiah terpecahkan, namun pada saat itu saya mulai berkenalan dengan dunia ‘Politik’ meski hanya sebatas OSIS SMP, disana saya mulai belajar bahwa ternyata ada beberapa oknum guru yang bersifat diktaktor dimana kami OSIS hanya dijadikan boneka semata :|

Lanjut ke SMA sifat kritis saya berkembang menjadi seorang yang juga skeptis terkait kebijakan-kebijakan sekolah dan juga OSIS (saya kaga aktif OSIS pas SMA), banyak kebijakan-kebijakan sekolah yang saya rasa enggak masuk akal terkait program-program yang dijalankan oleh OSIS. Bahkan praktek nepotisme pun pernah saya temukan yang dilakukan oleh oknum guru untuk anaknya dalam berkompetisi di sekolah. Tentu saja saya ga tinggal diam mengetahui hal seperti ini. Saya mungkin satu-satunya siswayang ‘Vokal’ terkait hal-hal seperti ini, meski lawan saya nanti adalah seorang guru.

Selain perkara ‘Politis’ disekolah, demo kepada guru yang dinilai tak adil, demo kepada OSIS yang kebijakannya aneh-aneh, ada hal yang keren yang mulai terpikirkan ketika saya duduk di bangku SMA, hal itu adalah “Apakah tuhan itu benar-benar ada?” nah lho, pada saat itu saya banyak ‘dicekoki’ dengan jawaban-jawaban yang dapat membuat saya diam, meski saya sendiri belum puas mendapatkan jawaban tersebut. Jawaban tersebut adalah jawaban yang disampaikan dari agama.

Lanjut ke masa kuliah, saya akhirnya menemukan fanpages Anda Bertanya Ateis Menjawab, disana saya banyak belajar tentang sains dan semua jawaban mereka dapat memuaskan segala pertanyaan saya terkait sains. Sayapun membaca mengenai alasan mengapa mereka tidak mempercayaai eksistensi tuhan. sampai saat itu saya bisa menerima alasan mereka, tapi meskipun saya menerima alasan mereka, saya tetap iman. Hingga akhirnya saya berdiskusi dengan seorang teman yang merupakan seorang aktivis suatu ormas keagamaan, ketika saya bertanya tentang tuhan, jawabannya bagaikan sebuah dogma yang mewajibkan saya untuk percaya tanpa tahu alasan dan dasarnya. Disini saya sangat merasa tidak puas dengan jawaban tersebut, saya bahkan sempat merasa menjadi seorang agnostik ketika tahu ternyata banyak orang yang memang berpikiran sepertinya, saya yang kritis dan skeptis ini tentunya tidak akan puas dengan jawaban seperti itu.

Hingga akhirnya kini saya telah berubah dari seorang yang agnostik menjadi seorang yang benar-benar iman. Jika ditanya mengapa? kok bisa? apakah saya sudah menemukan jawaban tentang eksistensi tuhan? maka akan saya jawab, saya belum menemupukan jawaban yang logis untuk pertanyaan tersebut tapi kini saya sepenuhnya iman.

Kok bisa? jawabannya simpel, karena saya merasa tenang dan merasa bahagia dengan iman. Mungkin tak banyak orang yang tahu jepang adalah sebuah negara maju tapi tak banyak orang yang tahu bahwa jepang merupakan salah satu negara dengan mayoritas ateis yang tinggi, dan juga tak banyak orang yang tahu tentang banyaknya orang yang putus asa di jepang hingga akhirnya banyak yang memutuskan untuk bunuh diri. Hal yang sama juga terjadi di Korea, negeri gingseng yang terkenal oleh dunia entertainment ini juga mendapat negara dengan tingkat kebahagian yang rendah. Faktanya, Korea Selatan juga ternyata negara dengan mayoritas ateis.

Saat ini fokus saya bukanlah menemukan jawaban dari setiap pertanyaan, tapi saya fokus untuk mencari kebahagiaan. :)

infosenijabar:

image

Oleh : Yasa Aulia Natasha

Suara Tarawangsa yang mengalun indah menjadi pembuka dari acara “Hentak Rentak Gema Tarawangsa” sabtu, 18 Mei 2013 di Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat. Dilanjut dengan tarian yang diisi oleh 4 orang mojang dan 4 orang jajaka menjadi sebuah suguhan yang menarik…

Saya juga bingung mau nulis apaan? :D

hahahaha 

Seringkali saya mendengar “Dia kan pinter”,”Aku tuh ga sepintar kamu”,”Wiiih enak yang kalau jadi orang pinter” dan lain sebagainya yang intinya adalah kekaguman kepada orang pintar.

Tapi saat ini saya malah bingung sendiri sebenarnya definisi “Pintar” itu apa sih? 

merujuk dari KBBI Online :

pin·tar a 1 pandai; cakap: ia termasuk anak yg — di kelasnya; 2 cerdik; banyak akal: rupanya pencuri itu lebih — dp polisi; 3 mahir (melakukan atau mengerjakan sesuatu): mereka sudah — membuat baju sendiri; 


Nah udah sedikit jelas kan tentang definisi pintar, jadi kalau boleh saya simpulkan pintar itu adalah orang yang banyak akal, mahir akan sesuatu. Disini sama sekali tidak disinggung tentang kalau orang pintar itu nilai akademiknya selalu besar.

Jadi teringat omongan om Gerry (President of Bandung English Club) “IPK tinggi tidaklah menunjukan kepintaran seseorang, IPK tinggi hanya menunjukan seberapa kuat seseorang berada dibawah tekanan”.

Jadi semakin jelas deh, tapi setelah liat iklan dan sinetron di TV, saya jadi kembali bingung. Katanya orang pintar itu minum tolak angin, jadi apa orang yang kaga minum tolak angin termasuk orang bodoh? :| 
dan lagi di sinetron-sinetron, orang pintar juga seringkali dihubungkan dengan dukun atau paranormal. Terus kalau gini apa berarti orang pintar itu orang yang bisa berhubungan/komunikasi sama makhluk ghaib? (-_-“)

Heu heu, jadi menurutmu “Pintar” itu apa ya? 

renodesper:

Aktor

Itu foto saya lho :D